<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1406259188355048612</id><updated>2012-02-16T01:20:05.217-08:00</updated><title type='text'>LEADER FUTURE</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://leaderfuture.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1406259188355048612/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://leaderfuture.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>LEADER FUTURE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05303351531494353295</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>10</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1406259188355048612.post-7619611053760791629</id><published>2011-08-15T15:05:00.000-07:00</published><updated>2011-08-15T15:06:30.413-07:00</updated><title type='text'>EMPAT KATA SAKTI (UrgensiMakna Sebuah Kata)</title><content type='html'>Cinta, kasih sayang, kesalahfahaman, penghargaan dan banyak hal lain bermula dari kata. Dengan satu kata seseorang bisa menjalin hubungan cinta dan kasih sayang. Dengan sebuah kata pula seseorang bisa bertengkar bahkan saling membunuh. &lt;br /&gt;Sungguh sangat besar makna sebuah kata. Menilik dari realita yang ada bahwa sekarang pergesaran makna kata sangat terasa. Nilai-nilai pancasila, nilia-nilai tenggang rasa dan saling menghormati (utamanya tutur kata dengan sesama) mulai luntur pada generasi muda. Tata karma yang sangat diagung-agungkan bangsa Indonesia sudah mulai hilang, sedikit demi sedikit mulai luntur utamanya pada generasi muda. Padahal penggunaan kata yang baik dan benar akan berdampak positif pada kehidupan, begitu juga sebaliknya, penggunaan kata yang kurang elegan akan berdampak negative. Oleh karenanya dalam tatanan masyarakat jawa mengenal boso ngoko dan kromo. Hal itu dikarenakan sangat pentingnya penggunaan kata dalam pergaulan (bagaiman berkata dengan sesame, bagaiman berkata dengan orang yang lebih muda, dan bagaimana bertutur kata dengan orang yang lebih tua).&lt;br /&gt;Melihat realita yang ada, sudah selayaknya menganalisis empat kata sakti sebagai pelengkap percakapan sehingga menjadi lebih indah dan sopan.&lt;br /&gt;1.	MAAF&lt;br /&gt;Kata maaf sudah mulai asing jika diperdengarkan, walaupun mungkin kelihatan sangat remeh, tapi maaf sangatlah penting ketika kita melakukan suatu kesalahan, baik yang disengaja maupun tidak. Coba dibandingkan smz kecil menanyakan posisi kepada orang yang lebih tua.&lt;br /&gt;	“posisi??”&lt;br /&gt;	“maaf mas ganggu, sekarang pean da dmn??”&lt;br /&gt;Dua smz kecil di atas mempunyai makna yang sama, tapi secara tidak langsung memberikan pemaknaan yang berbeda, mungkin akan terasa lebih sopan dan direspon ketika menggunakan kalimat yang kedua disertai kata maaf. Hal itu sebagai bentuk penghargaan kepada yang lebih tua.&lt;br /&gt;2.	PERMISI&lt;br /&gt;Seperti halnya maaf, permisipun sangat jarang keluar dari lisan pemuda sekarang. Padahal kata permisi sangat berharga dan baik diucapkan kepada yang lebih tua atau bahkan yang lebih muda sekalipun. Mari ditelaah bagaimana ketika ada sekumpulan orang, lalu ada seseorang yang nyelonong tanpa permisi diantara kumpulan orang itu, apakah sekumpulan orang itu tidak marah??. Beda halnya ketika seseorang yang lewat tadi dengan sopan mengucapkan permisi sembari membungkukkan sedikit badannya.&lt;br /&gt;3.	TOLONG&lt;br /&gt;Yang sangat diremehkan sekarang adalah kata tolong, seakan-akan tolong sudah tidak ada gunanya dan kurang trend. Padahal kata tolong mempunyai makna yang sangat besar dan menyimpan nilai tersendiri. Mari analisis dua kalimat berikut.&lt;br /&gt;	“mas, nanti ambilkan brosur ya…!?”&lt;br /&gt;	“maaf mas ganggu, nanti sampean da waktu luang???kalo ada, bisa minta tolong ambilkan brosur…!?”&lt;br /&gt;Dari dua kalimat tersebut sangat terlihat perbedaanya, bagaimana sopan santun yang ditunjukkan dan pasti akan lebih diperhatikan ketika kesopanan itu tetap dijunjung.&lt;br /&gt;4.	TERIMA KASIH&lt;br /&gt;Yang tidak boleh terlupankan tentunya kata terima kasih, karena dengan berterima kasih menunjukkan penghargaan terhadap seseorang yang berjasa. Kata terima kasih juga mempunyai makna sebagai penghalus tutur kata.&lt;br /&gt;Mungkin terlihat sangat remeh, tapi ketika dianalisa lebih lanjut empat kata ini mempunyai makna yang dalam. Selain sebagai pengias bibir dalam bertutur kata, juga menunjukkan penghormatan kepada yang lebih tua (disegani). Semoga sedikit tulisan ini dapat membuka mata siapapun yang membaca agar berhati-hati dalam berbicara dan menganalisis lagi ketika berkata (utamanya yang lebih muda kepada yang lebih tua “mas, mbak, ibu, bapak dll”). Karena lisan lebih tajam dari pada pedang, maka bagaimana caranya menjaga lisan agar tidak memicu permusuhan. Wallahu a’lam bi showab..^_^&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1406259188355048612-7619611053760791629?l=leaderfuture.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://leaderfuture.blogspot.com/feeds/7619611053760791629/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://leaderfuture.blogspot.com/2011/08/empat-kata-sakti-urgensimakna-sebuah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1406259188355048612/posts/default/7619611053760791629'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1406259188355048612/posts/default/7619611053760791629'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://leaderfuture.blogspot.com/2011/08/empat-kata-sakti-urgensimakna-sebuah.html' title='EMPAT KATA SAKTI (UrgensiMakna Sebuah Kata)'/><author><name>LEADER FUTURE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05303351531494353295</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1406259188355048612.post-8395927134119803744</id><published>2011-04-12T14:42:00.000-07:00</published><updated>2011-04-12T14:44:44.900-07:00</updated><title type='text'>AMANAHKU, CINTAKU</title><content type='html'>Ahad (10/04)… hari yang kunanti-nanti. Pagi ini aku terbangun, terbelalak tidak seperti biasanya. Ada hal yang mengganjal dalam pikiranku, ya…. Hari ini aku pelantikan, ceremonial yang menunjukkan sahnya amanah yang harus ku emban.&lt;br /&gt;Pagi yang cerah, walau tak secerah hatiku…. Aku mencoba bangun dari tidurku. Ku ucek mataku yang sangat berat untuk dibuka. Dengan perjuangan melawan hawa dingin, ku bergegas menuju kamar mandi untuk bersih diri. Hmmmmm….sungguh dingin, sampai menusuk kesela-sela ulu hatiku.&lt;br /&gt;Jam dinding menunjukkan pukul 6.45, aku bergegas menuju aula BAU UMM tempat berlangsungnya acara pelantikan PC. IMM Malang. Dengan tergesa-gesa aku tancap motorku dengan kecepatan tinggi (walau sebenarnya aku tidak tahu berapa kecepatannya karena spidometer motorku mati). Melewati sela-sela mobil yang terjebak macet di pasar Dinoyo aku terus melaju sampai akhirnya aku sampai di tempat parkir UMM.&lt;br /&gt;Dengan tergesa-gesa aku menuju aula BAU, tidak seperti yang aku perkirakan. Ternyata sangat mengecewakan, perjuanganku menaruhkan nyawa dengan mengendarai motor ugal-ugalan, tidak sebanding dengan apa yang telah ada. Bagaiman tidak, aku sampai disitu ternyata masih sepi.&lt;br /&gt;“huuuufffff….tak kira telat, tapi kok masih sepi”, keluhku.&lt;br /&gt;Seperti biasa, kebiasaan orang Indonesia –jam karet-. Satu jam aku menunggu bersama sebagian teman yang ada sampai akhirnya jam 8.00 acara dimulai. Aku tengok ke kanan-kiri melihat teman-temanku dari UM. Ku cari-cari diantara puluhan orang yang sudah berjubel di dalam aula, tapi hasilnya nihil. Aku hanya melihat 7 orang teman dari IMM UM ditambah 2 panitia dan satu teman seperjuanganku di PC. IMM Malang.&lt;br /&gt;Sedikit kecewa memang. seharusnya merekalah orang pertama yang memberiku dukungan moral, tapi ternyata mereka tidak peduli dan tidak mau menyempatkan sedikit waktu buat menyaksikan acara sacralku mengucapkan sumpah untuk menjalankan amanah setahun ke depan yang aku tahu itu tidaklah mudah. Tapi….ya sudahlah, semua sudah terjadi dan terlewati. Hanya satu keyakinanku, semua pasti ada hikmahnya.&lt;br /&gt;“Assalamu’alaikum wrwb”, sejenak suasana aula menjadi sunyi senyap ketika pembawa acara mengucapkan salam.mantra yang ampuh untuk memecahkan kegaduhan yang terjadi dalam aula.&lt;br /&gt;“wa’alaikum salam wrwb”, jawab tamu pelantikan serentak menggemakan seluruh isi aula.&lt;br /&gt;Salam dari MC menunjukkan dimulainya acara. Acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci al-qur’an. Suasana terasa damai dan tentram dengan mengalunnya bacaan ayat suci al-qur’an yang dibawakan oleh immawan Mubarok. Sungguh sangat merdu dan khusuk, menusuk hati, mengalir bersama aliran darah memberi kekuatan dan semangat baru untukku. Setelah bacaan ayat suci al-qur’an selesai dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia raya dan mars Muhammadiyah yang dibawakan oleh tim paduan suara dari perwakilan komisariat. MC meminta peserta untuk berdiri sejenak.&lt;br /&gt;Tim paduan suara memimpin lagu Indonesia Raya dengan semarak yang diikuti oleh peserta. Sangat terlihat perbedaanya, sungguh sangat luar biasa dan semarak meramaikan seisi aula ditambah dengan barisan tim paduan suara dengan kostum hitam-merah yang menyelaraskan semaraknya suasana. Aku sempat bingung karena tidak ada menyanyikan mars IMM, padahal ini adalah acara IMM. Tapi immawan Mubi langsung bergegas menjelaskan dan meluruskan kebingunganku. Ternyata mars IMM dinyanyikan ketika kita dipanggil ke depan untuk dilantik.&lt;br /&gt;“acara selanjutnya yakni sambutan-sambutan”, lanjut MC dengan suara merdunya yang menunjukkan bahwa acara beranjak menuju yang selanjutnya.&lt;br /&gt;Sambutan pertama disampaikan oleh mas ali sebagai ketua umum DPD. IMM Jatim. Dengan suara khasnya Mas Ali menekankan agar kader-kader IMM, utamanya IMM Malang harus mempunyai karakter building. Segala bentuk keilmuan harus diimbangi dengan karakter dan sikap yang anggun. Kemudian pada sambutan ke dua disampaikan oleh ayahanda Hartoyo, sebelum menyampaikan inti pembicaraan ayahanda Hartoyo sedikit mencairkan suasana dengan menceritakan pengalamannya dalam keilmuan tentang pentingnya komunikasi. Beliau berbicara tanpa arah dengan enaknya menceritakan pengalaman dalm dunia kedokteran dan juga banyak hal yang sebenarnya aku sendiri juga bingung dengan apa yang beliau omongkan, tapi aku berusaha mencerna omongan beliau walau sebenarnya tidak tercerna. “organisasi yang stabil adalah organisasi yang efektif”, kata pak Hartoyo. Beliau menghimbau kepada kader-kader IMM untuk selalu kritis yang proaktif, menanamkan aplikasi ruh-ruh Muhammadiyah, dan menekankan bahwa unsure da’wah harus tetap menjadi yang pertama dan utama. Selain itu ayahanda Hartoyo juga memberi wejangan pada PC. IMM Malang untuk selalu menjaga keutuhan 18 komisariat di malang raya agar tercipta organisasi yang stabil. Untuk sambutan yang ketiga dan juga sebagai sambutan terakhir sekaligus membuka acara pelantikan telah disampaikan oleh PR3 UMM Bapak Drs. Joko Widodo, M. Si., beliau berpesan agar IMM tidak hanya menyoroti isu-isu nasional, tapi juga isu-isu local yang sekarang ini mulai terlupakan oleh pergerakan mahasiswa. Selain itu dengan penuh semangat beliau juga menginginkan agar ada misi penyelamatan dan pengkaderan. Karena sesuai dengan fakta yang ada bahwa pemuda itu haus dengan ghiroh da’wah islam, sehingga perlu wadah untuk mengarahkannya.&lt;br /&gt;“Dengan bacaan basmallah saya buka acara pelantikan dan refleksi milad PC. IMM malang”, buka pak joko dengan suara khasnya yang menggema diseluruh ruangan aula disambut dengan tepuk tangan meriah peserta.&lt;br /&gt;Dengan diakhirinya sambutan dari pak joko menandakan acara pelantikan dan refleksi MILAD telah dimulai. Acara dimulai dengan stadium general dari Bupati malang, bapak Rendra Kresna. Dengan penuh wibawa bapak rendra menuju mimbar dan memulai stadium generalnya dengan ucapan salam dan sedikit banyolan. Yang sangat mengagetkan bahwa beliau adalah alumni IMM, sungguh tidak pernah terbayangkan olehku, aku hanya sedikit merenung apa mungkin pak rendra alumni IMM??, atau mungkin hanya ikut DAD dan tidak aktif???...hmmmm terserahlah, apa pedulinya denganku, yang penting aku sedikit bangga dengan adanya alumni IMM yang menjadi bupati. Seiring do’a juga terpanjat olehku, semoga aku meneruskan jejak beliau kelak…amin…..hehehehe&lt;br /&gt;Dengan penuh semangat, dengan menggebu-gebu pak Rendra menyampaikan stadium general yang sesekali diselingi dengan guyonan dan disambut dengan tawa peserta. Sampai akhirnya tidak terasa satu jam terlewati dan pak Rendra menutup stadium generalnya.&lt;br /&gt;“acara yang selanjutnya yakni pelantikan PC.IMM Malang, yang dilantik oleh DPD. IMM Jatim”, MC membacakan rangkaian acara.&lt;br /&gt;Satu persatu nama kami dipanggil, dari ketua umum sampai akhir. Hatiku berdetak cepat karena beratnya amanah yang dibebankan padaku, mungkin teman-teman yang lain juga merasakan hal yang sama. Lama ku renungi dan kucoba untuk menguatkan hati. Bimbang, risau, dan sedih bercampur aduk menjadi satu. “Ada apa gerangan dengan diriku? Seberat inikah amanah yang nantinya harus aku jalani?”, hatiku perang dengan pikiran yang tak menentu.&lt;br /&gt;Dengan bimbingan dari mas ali ketua umum DPD. IMM Jatim kita disumpah dan dilantik agar benar-benar bisa komitmen dalam menjalani amanah yang sudah dipercayakan pada kami. Dengan berat aku berusaha menirukan kata demi kata, tapi semua itu mulai luntur ketika aku tegaskan dalam diriku untuk selalu ikhlas dalam menjalani amanah. Sungguh besar kekuatan ikhlas, sungguh agung karunia Allah yang menguatkan hatiku. “Ya Allah beri hamba kemudahan dan ketabahan dalam menjalani amanah yang hamba emban setahun kedepan”, do’a ku dalam hati. Tak terasa tetesan air mata telah keluar dari mata sayupku. Dengan ketabahan dan keyakinan aku tersenyum pada diriku sendiri (walau sejatinya untuk menghibur diri…hehehehe).&lt;br /&gt;Saat-saat mendebarkan, beban berat dijatuhkan dipundakku. Dengan tulus ikhlas dan senyum menginginkan ridho-Nya. Atas dasar kecintaanku pada da’wah, Teringat smz dari orang yang selama ini aku kagumi, tapi sayang aku tidak pernah bisa menyatakannya. Aku hanya bisa memendamnya dalam hati kecilku. Smz itu menjelaskan bahwa dakwah adalah cinta dan cinta menuntut kita untuk berbuat segalanya. Karena itulah mungkin ada tenaga positif yang muncul dan membangkitkan diriku untuk bertekad bisa menjalankan amanah beban berat yang dijatuhkan dipundakku dengan dsekuat tenaga. &lt;br /&gt;“Terimaksih”, bisik hatiku kepadanya.&lt;br /&gt;Akhirnya ritual itu selesai dan dilanjutkan pemberian ucapan selamat pada kami, yang sejatinya itu adalah musibah bagiku. Sedikit kebanggaan dan rasa senang mulai muncul ketika aku bisa berjabat tangan dengan pak Rendra Kresna, Bupati Malang. Aku tidak tahu apa didokumentasikan atau tidak, tapi aku sangat berharap ada fotoku bersalaman dengan pak Rendra. Setelah semua selesa, kami kembali ketempat duduk dengan amanah yang harus dijalankan setahun kedepan, dengan beban berat yang dijatuhkan di pundak kami, lebih-lebih diriku yang kurus kering tak berpundak. Acara dilanjutkan dengan refleksi MILAD IMM yang diisi pentas seni. &lt;br /&gt;Tiba-tiba aula menjadi gelap dan lilin-lilin mulai menyala, suara gemuruh terdengar dan keluar dua orang dari balik tirai. Sungguh memukau dan membuatku takjub, ada sepasang laki-laki dan perempuan berlenggak-lenggok menari di depan. Mulai terbesit dalam pikiran “hah…ada perempuan menari….Bolehkah????”. akhinya aku keluar aula dan menghirup sejuknya udara di luar sambil menenangkan diri setelah pelantikan tadi. Sungguh mulai saat itu aku merasa ada sesuatu yang berbeda, semoga aku bisa menjalankan amanah yang telah dipercayakan padaku. Atas dasar da’wah dan kecintaanku pada dakwah.&lt;br /&gt;”Dakwah adalah cinta, dan cinta akan meminta semuanya dari dirimu.sampai pikiranmu, sampai perhatianmu, berjalan, duduk, dan tidurmu, bahkan ditengah lelapmu isi mimpimu pun tentang dakwah, tentang umat yang kau cintai”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1406259188355048612-8395927134119803744?l=leaderfuture.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://leaderfuture.blogspot.com/feeds/8395927134119803744/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://leaderfuture.blogspot.com/2011/04/amanahku-cintaku.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1406259188355048612/posts/default/8395927134119803744'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1406259188355048612/posts/default/8395927134119803744'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://leaderfuture.blogspot.com/2011/04/amanahku-cintaku.html' title='AMANAHKU, CINTAKU'/><author><name>LEADER FUTURE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05303351531494353295</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1406259188355048612.post-2764891629341658189</id><published>2011-02-18T14:54:00.000-08:00</published><updated>2011-02-18T14:57:35.932-08:00</updated><title type='text'>MEDIA dlm KEHIDUPAN SOSIAL*)</title><content type='html'>Media merupakan hal yang sangat geming mengelilingi kehidupan manusia, manusia tidak bisa jauh dari yang namanya media. Bahkan secara tidak langsung kehidupan manusia diarahkan oleh media, dari gaya hidup, kebiasaan, cara bicara dll. Tapi sangat disayangkan bahwa media sekarang banyak kepentingan dan banyak pula yang kurang mendidik. Banyak sekali acara-acara di televisi yang sifatnya hanya sekedar hiburan tanpa memperhatikan unsure pendidikan di dalamnya, bahkan tidak sedikit  pula yang menyajikan acara tanpa makna, seperti sinetron yang marak di televisi dengan alur cerita yang penjang tanpa kejelasan. &lt;br /&gt;Di era kapitalis ini yang namanya media tidak jauh dari pemilik modal, sedangkan pemilik modal yang dipikirkan hanya satu yakni keuntungan. Acara-acara yang ditayangkan ditelevisi sedikit banyak memberi pengaruh kepada penonton, baik itu pengaruh positif maupun negative, pada kenyataannya pengaruh negative lebih dominan didapatkan oleh penonton. Penonton cenderung diarahkan oleh media ke arah yang kurang baik. Oleh karena itu kita sebagai kaum intelek harus melek media dalam arti kita harus bisa memilah dan memilih acara-acara yang dibawakan oleh media. Kita harus bisa dengan cerdas melakukan filterisasi terhadap media. Selain itu harus perlu ditingkatkan kesadaran untuk memilah dan memilih acara televisi.&lt;br /&gt;Filterisasi sangat diperlukan dalam memilah dan memilih media/acara dalam televisi untuk menanamkan nilai-nilai positif yang disajikan dalam acara televisi tersebut. Sehingga media dapat membawa manusia kearah yang lebih baik, penyadaran kepada mesyarakat adalah yang sangat penting. Ketika sudah tertanam kesadaran dalam memfilter media, maka manusia hanya sebatas mengambil yang baik dan mengolah hal yang buruk menjadi lebih baik. Bahkan mungkin bias dimulai dengan membentuk media komunitas untuk melakukan counter hegemoni terhadap media, dengan mengembangkan ide-ide sederhana yang nantinya dapat dimuat dalam media dalam berbagai bentuk. Atau yang lebihekstrim kita bias menciptakan gerakan sehat nonton TV, karena TV merupakan barang yang selalu menemani kita, utamanya ketika kesepian dan kesepian akan menjadi bahaya kalau tidak didasari dengan cara berpikir yang sehat,.&lt;br /&gt;Mengutip dari ungkapan orang arab, apabila rumahmu dipnggir pantai, jangan larang anakmu utnktuk bermain-main di pantai, tapi ajarilah anakmu berenang. Begitu pula dengan media, jangan pernah melarang anakmu untuk menikmati media (menonton TV), tapi arahkan anakmu untuk bisa  mefilter yang baik dan dapat mengambil unsur-unsur pendidikan di dalamnya.&lt;br /&gt;*)Sedikit resume hasil diskusi RESIST pada hari jum’at 18-02-2011 di warung cak MUSE yang diantar oleh Himawan Susanto, M. Si.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1406259188355048612-2764891629341658189?l=leaderfuture.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://leaderfuture.blogspot.com/feeds/2764891629341658189/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://leaderfuture.blogspot.com/2011/02/media-dlm-kehidupan-sosial.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1406259188355048612/posts/default/2764891629341658189'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1406259188355048612/posts/default/2764891629341658189'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://leaderfuture.blogspot.com/2011/02/media-dlm-kehidupan-sosial.html' title='MEDIA dlm KEHIDUPAN SOSIAL*)'/><author><name>LEADER FUTURE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05303351531494353295</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1406259188355048612.post-6935013767635702978</id><published>2011-01-06T01:10:00.000-08:00</published><updated>2011-01-06T01:11:17.442-08:00</updated><title type='text'>TAHUN BARU….BERMAKNAKAH???</title><content type='html'>Hidup bukanlah sekedar pergantian hari-hari semata&lt;br /&gt;Dalam umur yang berkurang, ajal semakin dekat&lt;br /&gt;Tiap detik yang dilalui aka nada pertanggungjawabannya&lt;br /&gt;Umurmu adalah cermin dirimu, tiap waktu yang terlewati adalh pesan bisu dari catatan-catatan sebuah kesalahan untuk dimengerti dan direnungi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kesekian kalinya, kembali kita menghadapi siklus pergantian waktu. Tahun 2010 baru saja kita tinggalkan, dan 2011 telah datang. Dua atau tiga bulan sebelum memasuki 2011 negeri ini dibuat menangis. Musibah berdatangan. Bencana tak kunjung berhenti, mulai dari bencana alam banjir, tsunami, letusan merapi, penyiksaan buruh migran (TKI), serta sejumlah kasus hukum yang tak kunjung tuntas dikuak. &lt;br /&gt;Setiap pergantian tahun biasanya diiringi oleh harapan, angan-angan atau mimpi. Mimpi kehidupan menjadi lebih baik. Meski “kehidupan lebih baik” berbeda tafsirnya dari satu ke orang lain, tetapi semua bersepakat, tahun baru melebihi dari sekedar pergantian tahun. Yang membuat pergantian tahun baru itu menarik adalah ada kata "baru". Sesiapa pun menggandrungi hal ini. Anak kecil, orang dewasa, kakek atau nenek jompo, hingga orang gila. Bila diberi sesuatu yang baru semuanya senang. Begitulah hakekat dasar manusia. Bila disuruh memilih hal yang lama dan yang baru pasti langsung memilih yang baru. Namun, terkadang kita kabur  mensubstansiasikan "arti baru". Karena tahun baru itu semua orang bersuka cita. Turun ke jalan, karnaval, dan membuat komitmen akan perubahan di tahun yang baru dengan cara yang beraneka ragam dan aneh-aneh. Mulai dari muhasabah (evaluasi diri) hingga ekspresi kesenangan dengan pesta dan mabuk-mabukan. Yang menarik adalah jika semua orang menafsirkan arti baru itu serupa dengan perubahan. Bahwa perubahan waktu bukanlah pergantian waktu secara material. Tapi, pergantian waktu sebenarnya berporos pada aspek dalam diri manusia. Yang terjadi selama ini, waktu cenderung dijadikan sebagai objek yang disukuri. Padahal, waktu cumalah tanda (sign). Rasa sukur mestinya ditujukan pada realitas puncak dari waktu atau yang menciptakan waktu. Akibat persepsi yang keliru inilah terkadang kesukuran terhadap waktu atau semisal "tahun baru" diisi dengan perilaku yang hedon dan terkadang berlebihan.&lt;br /&gt;Tahun baru akan lebih bermakna dan mempunyai essensi yang tinggi jika mulai menengok ke belakang, satu tahun telah berlalu dan memandang ke depan satu tahun tengah menjelang. Yang telah terjadi pada 2010 tidak lagi bisa diubah dan yang akan terjadi pada 2011 belum dapat diketahui. Yang dapat dilakukan adalah berharap agar di tahun yang baru ini kehidupan seluruh negeri menjadi jauh lebih baik. Untuk mewujudkan hal itu, semata berharap jelas tidak cukup. Ia harus didukung dengan rencana lebih baik, kinerja lebih produktif, suasana dan iklim lebih kondusif, komitmen lebih kuat, dan pengambilan keputusan lebih cepat, tegas, dan tepat serta jujur. &lt;br /&gt;Semoga di Tahun yang Baru ini kita mempunyai prioritas dalam kehidupan untuk mewujudkan yang terbaik meraih Ridho-Nya….tetap semangat di jalan-Nya. FASTABIQUL KHOIROT&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1406259188355048612-6935013767635702978?l=leaderfuture.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://leaderfuture.blogspot.com/feeds/6935013767635702978/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://leaderfuture.blogspot.com/2011/01/tahun-barubermaknakah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1406259188355048612/posts/default/6935013767635702978'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1406259188355048612/posts/default/6935013767635702978'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://leaderfuture.blogspot.com/2011/01/tahun-barubermaknakah.html' title='TAHUN BARU….BERMAKNAKAH???'/><author><name>LEADER FUTURE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05303351531494353295</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1406259188355048612.post-5700316521126161499</id><published>2010-11-21T20:08:00.000-08:00</published><updated>2010-11-21T20:09:53.327-08:00</updated><title type='text'>MENCERAHKAN SANG PENCERAH*) (Refleksi Film Sang Pencerah)</title><content type='html'>SANG PENCERAH………itulah judul film yag baru saja dirilis pada Bulan Ramadhan kemarin, banyak hal yag dapat diambil dari film tersebut, utamanya oleh warga Muhammadiyah yang notabene memang film tersebut menceritakan tokoh penting dalam Muhammadiyah, pelopor sekaligus pendiri Muhammadiyah dengan Lambang Matahari bersinar, yang mungkin itulah analogi sehingga memunculkan judul SANG PENCERAH. Ketika ditelaah lebih lanjut sang pencerah bukan hanya K. H. A. Dahlan, masih banyak sang pencerah lain yang berpengaruh dan membawa perubahan, seperti K. H. Hasyim Asy’ari, pergerakan Budi Utomo dll. Oleh karena itu judul Sang Pecerah kurang cocok ketika ditujukan pada  sosok K. H. A. Dahlan sebagai pendiri Muhammadiyah, tapi lebih condong dengan lambang Muhammadiyah sendiri sebagai organisasi yang didirikan oleh K. H. A. Dahlan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari itu semua, film sang pencerah memang sangat apresiatif dan  memberikan nilai positif sebagai pembelajaran bagi para remaja jaman sekarang, utamanya para remaja Muhammadiyah. Menilik sejarah berdirinya Muhammadiyah sebagaimana diceritakan dalam film tersebut, bahwa K. H. A. Dahlan sebagai pendiri Muhammadiyah mempunyai warna yang berbeda dengan budaya islam di Jawa pada saat itu. Bahkan dalam salah satu sekenario dengan dibuat hiperbolis masyarakat Djogja (dalam hal ini suruhan dari pengurus masjid Jami’) merobohkan langgar kidoel, langgar yang didirikan K. H. A. Dahlan untuk berda’wah, selain itu K. H. A. Dahlan juga dicemooh dan dianggap kafir oleh masyarakat sekitar karena memang hal-hal yang diajarkan oleh K. H. A. Dahlan sangat bertentangan dengan budaya islam jawa pada saat itu. Pertentangan, cemoohan dan lain sebagainya telah dialami oleh K. H. A. Dahlan sampai akhirnya mendeklarasikan sebuah organisasi yang diberi nama MUHAMMADIYAH (Pengikut Muhammad) pada tahun 1912 M.&lt;br /&gt;Melihat perjuangan dan perjalanan panjang da’wah K. H. A. Dahlan tidakkah hati kita terketuk sebagai warga Muhammadiyah, apa yang sudah kita perbuat untuk Muhammadiyah??? Apa kontribusi kita bagi Muhammadiyah??? Semua itu menjadi tanda Tanya besar bagi warga muhammadiyah. Bahkan yang sangat miris munculnya istilah Muhammadiyah sekarang bagai GAJAH BENGKAK (besar, tapi tidak bisa jalan), inikah puncak kejayaan muhammadiyah di usianya yang sudah 1 abad??? Kemana Angkatan Muda Muhammadiyah sebagai generasi penerus Muhammadiyah???. Sungguh tragis ketika Muhammadiyah sekarang, dengan amal usaha yang melimpah hanya dijadikan ladang untuk mencari penghasilan sampai melupakan ghiroh perjuangan Muhammadiyah. Bahkan banyak kader Muhammadiyah yang berselimut dalam kebesaran Muhammadiyah tanpa mau berjuang dan mengamalkan ajaran-ajaran keislaman sebagai dasar Muhammadiyah. Marilah kita berjuang bersama Muhammadiyah dan tidak hanya menjadi kader yang partisipatif, tapi menjadi kader yang ideologis dan fungsionaris. Mari kita kembalikan ghiroh perjuangan Muhammadiyah dengan da’wah amal ma’ruf nahi munkar.&lt;br /&gt;Semoga dengan adanya film sang pencerah dapat mendobrak hati kita yang mungkin selama ini masih tertutup dengan kenyamanan dan kemapaan yang ada, semoga energy sang pencerah masuk dalam orang-orang Muhammadiiyah selanjutnya,dan semoga Muhammadiyah bisa tetap berdiri tegak dengan perkasa di bumi pertiwi ini dengan Da’wah Amal Ma’ruf Nahi Munkar………..Amin Ya Rabbal ‘Alamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*)Rangkuman hasil diskusi IMM EKSTRA UM&lt;br /&gt;Ahad, 17 Oktober 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1406259188355048612-5700316521126161499?l=leaderfuture.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://leaderfuture.blogspot.com/feeds/5700316521126161499/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://leaderfuture.blogspot.com/2010/11/mencerahkan-sang-pencerah-refleksi-film.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1406259188355048612/posts/default/5700316521126161499'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1406259188355048612/posts/default/5700316521126161499'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://leaderfuture.blogspot.com/2010/11/mencerahkan-sang-pencerah-refleksi-film.html' title='MENCERAHKAN SANG PENCERAH*) (Refleksi Film Sang Pencerah)'/><author><name>LEADER FUTURE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05303351531494353295</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1406259188355048612.post-6462319332231463007</id><published>2010-02-05T14:12:00.000-08:00</published><updated>2010-02-05T14:14:05.869-08:00</updated><title type='text'>VALENTINE DAY : Hari Apakah Itu? Benarkah Ia Hanya Kasih Sayang Belaka?</title><content type='html'>VALENTINE DAY : Hari Apakah Itu? Benarkah Ia Hanya Kasih Sayang Belaka?&lt;br /&gt;Muh. Amri Mukhtarifin*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasih sayang merupakan hal yang sangat sensitive terhadap setiap insane, apalagi bagi jiwa muda yang sangat menagumkan cinta dan kasih saying. Tanggal 14 Februari merupakan hari yang biasa dikenal sebagai hari kasih saying dan sudah menjadi budaya pada para kaula muda untuk merayakannya dengan member perhatian dan kasih saying yang lebih terhadap orang disekelilingnya, utamanya orang yang sangat dicintai.&lt;br /&gt;VALENTINE DAY (HARI KASIH SAYANG), Benarkah ia hanya kasih sayang belaka?  Sungguh merupakan hal yang ironis dan menyedihkan apabila telinga kita mendengar bahkan kita sendiri 'terjun' dalam perayaan Valentine tersebut tanpa mengetahui sejarah Valentine itu sendiri. Valentine sebenarnya adalah seorang martyr (dalam Islam disebut 'Syuhada') yang karena kesalahan dan bersifat 'dermawan' maka dia diberi gelaran Saint atau Santo. Pada tanggal 14 Februari 270 M, St. Valentine dibunuh karena pertentangannya dengan penguasa Romawi pada waktu itu Raja Claudius II (268 - 270 M). Untuk mengagungkan dia (St. Valentine), yang dianggap sebagai simbol ketabahan, keberanian dan kepasrahan dalam menghadapi cobaan hidup, maka para pengikutnya memperingati kematian St. Valentine sebagai 'upacara keagamaan'. Tetapi sejak abad 16 M, 'upacara keagamaan' tersebut mulai beransur-ansur hilang dan berubah menjadi 'perayaan bukan keagamaan'. Hari Valentine kemudian dihubungkan dengan pesta jamuan kasih sayang bangsa Romawi kuno yang disebut “Supercalis” yang jatuh pada tanggal 15 Februari. Setelah orang-orang Romawi itu masuk agama Nasrani(Kristian), pesta 'supercalis' kemudian dikaitkan dengan upacara kematian St. Valentine. Penerimaan upacara kematian St. Valentine sebagai 'hari kasih sayang' juga dikaitkan dengan kepercayaan orang Eropah bahwa waktu 'kasih sayang' itu mulai bersemi 'bagai burung jantan dan betina' pada tanggal 14 Februari. Dalam bahasa Perancis Normandia, pada abad pertengahan terdapat kata “Galentine” yang berarti 'galant atau cinta'. Persamaan bunyi antara galentine dan valentine menyebabkan orang berfikir bahwa sebaiknya para pemuda dalam mencari pasangan hidupnya pada tanggal 14 Februari. Dengan berkembangnya zaman, seorang 'martyr' bernama St. Valentino mungkin akan terus bergeser jauh pengertiannya(jauh dari arti yang sebenarnya). Manusia pada zaman sekarang tidak lagi mengetahui dengan jelas asal usul hari Valentine. Di mana pada zaman sekarang ini orang mengenal Valentine melalui  greeting card, pesta persaudaraan, tukar kado/coklat dan sebagainya tanpa ingin mengetahui latar belakang sejarahnya lebih dari 1700 tahun yang lalu. Dari sini dapat diambil kesimpulan bahwa moment ini hanyalah tidak lebih bercorak kepercayaan atau animisme belaka yang berusaha merusak  aqidah muslim dan muslimah sekaligus memperkenalkan gaya hidup barat dengan kedok percintaan, perjodohan dan kasih sayang.&lt;br /&gt;Sebagai seorang muslim tanyakanlah pada diri kita sendiri, apakah kita akan mencontohi begitu saja sesuatu yang jelas bukan bersumber dari Islam ? Mari kita renungkan firman Allah SWT “ Dan janglah kamu megikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggung jawabnya”. (Surah Al-Isra : 36) Islam sangat  melarang kepercayaan yang mengikut  kepada suatu kepercayaan lain atau dalam Islam disebut Taqlid. Hadis Rasulullah SAW“ Barang siapa yang meniru atau mengikuti suatu kaum (agama) maka dia termasuk kaum (agama) itu”. Hal-hal yang harus diberi perhatian dalam masalah Valentine itu perlu difahami secara mendalam terutama dari kaca mata agama kerana kehidupan kita tidak dapat lari atau lepas dari agama (Islam) sebagai pandangan hidup. Berikut ini beberapa hal yang harus difahami di dalam masalah 'Valentine Day'.&lt;br /&gt; 1. PRINSIP / DASAR  Valentine Day adalah suatu perayaan yang berdasarkan kepada pesta jamuan 'supercalis' bangsa Romawi kuno di mana setelah mereka masuk Agama Nasrani (kristian), maka berubah menjadi 'acara keagamaan' yang dikaitkan dengan kematian St. Valentine&lt;br /&gt;2. SUMBER ASASI Valentine jelas-jelas bukan bersumber dari Islam, melainkan bersumber dari rekaan fikiran manusia yang diteruskan oleh pihak gereja. Oleh kerana itu , berpegang kepada akal rasional manusia semata-mata, tetapi jika tidak berdasarkan kepada Islam(Allah), maka ia akan tertolak. Firman Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayat 120 :“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah : “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemahuan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu”.&lt;br /&gt;3. TUJUAN Tujuan mencipta dan mengungkapkan rasa kasih sayang di muka  bumi adalah baik. Tetapi bukan semenit untuk sehari dan sehari untuk setahun. Dan bukan pula berarti kita harus berkiblat kepada Valentine seolah-olah meninggikan ajaran lain di atas Islam. Islam diutuskan kepada umatnya dengan memerintahkan umatnya untuk berkasih sayang dan menjalinkan persaudaraan yang abadi di bawah naungan Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Bahkan Rasulullah SAW  bersabda :“Tidak beriman salah seorang di antara kamu sehingga ia cinta kepada saudaranya seperti cintanya kepada diri sendiri”.&lt;br /&gt;4. OPERASIONAL Pada umumnya acara Valentine Day diadakan dalam bentuk pesta pora dan huru-hara. Perhatikanlah firman Allah SWT: “Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaithon dan syaithon itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya”. (Surah Al Isra : 27) Sesungguhnya Dia (Allah) Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana, Sudah jelas …..!!!!! Apapun alasannya, kita tidak dapat menerima kebudayaan import dari luar yang nyata-nyata bertentangan dengan keyakinan (aqidah) kita. Janganlah kita mengotori akidah kita dengan dalih toleransi dan setia kawan. Kerana kalau dikata toleransi, Islamlah yang paling toleransi di dunia. Sudah berapa jauhkah kita mengayunkan langkah memuja-muja  Valentine Day ? Sudah semestinya kita menyadari sejak dini,  agar jangan sampai terperosok lebih jauh lagi. Tidak perlu kita irihati dan cemburu dengan upacara dan bentuk kasih sayang agama lain. Bukankah Allah itu Ar Rahman dan Ar Rohim. Bukan hanya sehari untuk setahun. Dan bukan pula dibungkus dengan hawa nafsu. Tetapi yang jelas kasih sayang di dalam Islam lebih luas dari semua itu. Bahkan Islam itu merupakan 'alternatif' terakhir setelah manusia gagal dengan sistem-sistem lain. Mari beristiqomah dalam menjalankan syariat islam dan memerangi budaya kekafiran serta kesyirikan niscaya Allah akan selalu bersama kita….Wallahu a’lam bi Showab&lt;br /&gt;*)Penulis adalah mahasiswa FT yang ingin bisa&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1406259188355048612-6462319332231463007?l=leaderfuture.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://leaderfuture.blogspot.com/feeds/6462319332231463007/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://leaderfuture.blogspot.com/2010/02/valentine-day-hari-apakah-itu-benarkah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1406259188355048612/posts/default/6462319332231463007'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1406259188355048612/posts/default/6462319332231463007'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://leaderfuture.blogspot.com/2010/02/valentine-day-hari-apakah-itu-benarkah.html' title='VALENTINE DAY : Hari Apakah Itu? Benarkah Ia Hanya Kasih Sayang Belaka?'/><author><name>LEADER FUTURE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05303351531494353295</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1406259188355048612.post-4271983440195671385</id><published>2009-09-09T15:09:00.000-07:00</published><updated>2009-09-09T15:15:19.150-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1406259188355048612-4271983440195671385?l=leaderfuture.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://leaderfuture.blogspot.com/feeds/4271983440195671385/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://leaderfuture.blogspot.com/2009/09/blog-post.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1406259188355048612/posts/default/4271983440195671385'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1406259188355048612/posts/default/4271983440195671385'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://leaderfuture.blogspot.com/2009/09/blog-post.html' title=''/><author><name>LEADER FUTURE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05303351531494353295</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1406259188355048612.post-109765746072364456</id><published>2009-07-27T15:15:00.001-07:00</published><updated>2009-07-27T15:44:53.437-07:00</updated><title type='text'>Bedah Buku IMM Koms. FIP UM</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CUser%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="country-region"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="State"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:applybreakingrules/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Baskerville Old Face"; 	panose-1:2 2 6 2 8 5 5 2 3 3; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:EN-US; 	mso-fareast-language:EN-US; 	mso-bidi-language:AR-SA;} p.MsoFooter, li.MsoFooter, div.MsoFooter 	{margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	tab-stops:center 216.0pt right 432.0pt; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:EN-US; 	mso-fareast-language:EN-US; 	mso-bidi-language:AR-SA;} @page Section1 	{size:21.0cm 842.0pt; 	margin:72.0pt 89.85pt 72.0pt 89.85pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:50.75pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Baskerville Old Face&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;MEMIMPIN DENGAN HATI*&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Judul buku&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;: HARUS BISA! Seni Memimpin ála SBY&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Penulis&lt;span style=""&gt;             &lt;/span&gt;: Dr. Dino Patti Djalal&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Penerbit&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;: Red &amp;amp; White Publishing&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Tahun &lt;span style=""&gt;             &lt;/span&gt;: 2008&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Tidak diperjualbelikan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;“Kepemimpinan merupakan sebuah seni, seni untuk memerintah, mendelegasikan, dan mengambil keputusan”. Kira-kira begitu bunyi dari sebuah buku management modern yang pernah saya baca. Namun ada satu yang ketinggalan dari definisi di atas, yaitu memimpin juga merupakan seni untuk memberi teladan, teladan bagi bawahan dan rakyat yang dipimpin.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Keteladanan yang diberikan oleh SBY telah mengispirasi Dr. Dino Patti Djalal sebagai staf khusu kepresidenan untuk membuat catatan harian tentang dinamika pengambilan keputusan oleh SBY sebagai presiden Republik &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; yang kemudian dikumpulkan menjadi sebuah buku tentang kepemimpinan yang belum banyak digali oleh &lt;st1:city st="on"&gt;oran&lt;/st1:city&gt;g lain.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Buku ini mencoba menceritakan kehidupan SBY sebagai &lt;i style=""&gt;real president &lt;/i&gt;yang mampu membuat keputusan-keputusan dengan jernih menurut naluri kepemimpinannya. Tidak ada yang memikirkan bahwa dibalik musibah tsunami tersimpan peluang yang sangat berharga untuk mencapai perdamamian. SBY melihat peluang tersebut sedangkan &lt;st1:city st="on"&gt;oran&lt;/st1:city&gt;g lain di luar senyum kecut pesimis ide SBY akan gagal, namun sejarah membuktikan tiga bulan setelah bencana tsunami di aceh pemerintah berhasil memulai &lt;st1:country-region st="on"&gt;peru&lt;/st1:country-region&gt;ndingan baru dengan GAM yang sudah 60 puluh tahun &lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;das, &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;peru&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;ndingan terus berlanjut tiga bulan kemudian tepatnya tanggal 15 Agustus 2005 indonesia berhasil mencapi kesepakatan perdamaian dengan GAM.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Seorang pemimpin harus bisa berdiri di atas kepentingan rakyat dan sejenak mengesampingkan kepentingan pribadi. Keputuan SBY menaikkan harga BBM mempunai implikasi yang sangat besar bagi popularitasnya, banyak yang kecewa dengan keputuan SBY tersebut. Dan keputusan ini dimanfaatkan dengan baik oleh oknum-oknum untuk melancarkan &lt;i style=""&gt;black campaign. &lt;/i&gt;Namun SBY tetap pada pendiriannya untuk menaikkan hrga BBM lebih dari 100%. SBY berujar lebih baik mengambil keputusan yang tidak populer daripada membohongi hati rakyat sesaat. Saat itu harga minyak dunia melonjak derastis dari angka puluhan ribu &lt;st1:country-region st="on"&gt;US&lt;/st1:country-region&gt;$ hingga mencapai ratusan ribu &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;US&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;$. Kenyataan ini akan menaikkan subsidi BBM puluhan kali lipat dan APBN Negara akan habis terkuras hanya untuk BBM. Dengan asumsi bahwa kebutuhan rakyat kecil terhadap BBM hanya 10% dan kebanyakan subsidi hanya dinikmati para pengusaha &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;ind&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt;ustri maka SBY dengan mantap memutuskan untuk menaikkan harga BBM. SBY tidak pernah menghiraukan popularitasnya yang terancam merosot, “jangan pernah menganggap rakyat itu bodoh, rakyat pasti bisa menilai mana yang terbaik”, begitu tegasnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Menghargai waktu sudah menjadi prinsip SBY, suatu ketika presiden SBY mengadiri KTT OKI di Senegal, menurut jadwal SBY diagendakan untuk memberi pidato jam 09.00. &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Lima&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; belas menit sebelumnya SBY sudah siap di kamarnya dan 5 menit sebelum waktu yang ditentukan SBY sudah berada di depan pintu ruang siding, tidak disangka ruang sidang tersebut masih kosong belum ada perwakilan Negara manupun yang dating kecuali tukang sapu yang masih membersihkan ruangan. &lt;st1:place st="on"&gt;Para&lt;/st1:place&gt; petugas kebersihan kelabakan mengetahui presiden SBY sudah datang. SBY dengan tenang menunggu pemimpin Negara lainnya datang satu persatu sambil mengoreksi kembali naskah pidato yang akan disampaikan, sampai jam 10.30 acara baru dimulai, artinya SBY sudah menunggu tidak kurang satu setengah jam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Begitu juga ketika SBY dijadwalkan membuka A1 Grand Prix Championship di sentul jam 14.30 pas, dalam perjalanan ternyata kebdaraan kepresidenan terperangkap macet di tol jagorawi. Waktu tinggal 10 menit, kalu menunggu macet SBY bakal telat membuka acara yang akan disiarkan oleh media internasional. Akhirnya SBY memutuskan untuk naik walmot (pengawal motor), para ajudan dan pengawal presiden hampir tidak percaya SBY mau dibonceng naik sepeda motor militer. Tapi ada satu masalah lagi, tidak ada yang membawa helm untuk presiden, akhirnya SBY memutuskan untuk meminjam helm salah satu Paspampres, parahnya helm tersebut telah basah kena keringat sang pengawal, tanpa basa basi SBY langsung memakianya, dan perjalanan di lanjutkan, SBY berhasil membuka acara tepat waktu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;SBY sangat berhati-hati dengan anggaran Negara, SBY tidak mau secuilpun uang Negara tidak ada kejelasan, untuk itu SBY selalu “rewel” kalau membahas tentang anggaran belanja Negara dengan menteri keuangan Sri Mulyani. Pernah suatu ketika SBY mengoreksi anggaran perawatan istana dengan Sri mulyani SBY selau ngomong, ini untuk apa? Yang ini &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; tidak pernah dipakai, ga &lt;st1:country-region st="on"&gt;usa&lt;/st1:country-region&gt;h dianggarkan! Dan sebagainya, dan sebgainya. Dan secara tidak sadar SBY telah memangkas 60 milyar rupiah anggran dana untuk istana Negara. Sri mulyani geleng-gelng kepala, baru kali ini ada presiden yang memangkas anggaran untuk dirinya sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Sebagai seorang manusia biasa SBY juga punya sisi kehidupan yang tidak jauh berbeda dari &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;oran&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;g sipil biasa, sebagi presiden dengan ribuan masalah berpotensi menimbulkan stress pada diri SBY namun,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;SBY mempunyai satu kebiasan untuk menghilangkan kepenatan yaitu dengan berolahraga dan bermain gitar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Banyak sekali cerita-cerita menarik tentang diri SBY yang berhasil diabadikan oleh Dr. Dino Patti Djalal, cerita tentang dinamika pengambilan keputusan yang berdampak pada seluruh rakyat &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; yang tidak bisa dianggap enteng. SBY telah memberikan corak kepemimpinan yang berbeda dari para pendahulunya, SBY mampu keluar dari tuntutan publik dan berdiri percaya diri dengan pemikiran orisinilnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 189pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="EN-US"&gt;*)Didiskusikan dalam bedah buku IMM koms FIP UM&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1406259188355048612-109765746072364456?l=leaderfuture.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://leaderfuture.blogspot.com/feeds/109765746072364456/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://leaderfuture.blogspot.com/2009/07/bedah-buku-imm-koms-fip-um.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1406259188355048612/posts/default/109765746072364456'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1406259188355048612/posts/default/109765746072364456'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://leaderfuture.blogspot.com/2009/07/bedah-buku-imm-koms-fip-um.html' title='Bedah Buku IMM Koms. FIP UM'/><author><name>LEADER FUTURE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05303351531494353295</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1406259188355048612.post-5992350154469116935</id><published>2009-05-11T14:54:00.000-07:00</published><updated>2009-05-11T14:56:16.797-07:00</updated><title type='text'>HIKAYAT DAN HAKIKAT CINTA</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CUser%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:applybreakingrules/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Ad Executive"; 	mso-font-alt:"Courier New"; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;} @font-face 	{font-family:Aidan; 	mso-font-alt:"Courier New"; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	text-align:right; 	mso-pagination:widow-orphan; 	direction:rtl; 	unicode-bidi:embed; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:EN-US; 	mso-fareast-language:EN-US; 	mso-bidi-language:AR-SA;} @page Section1 	{size:595.3pt 841.9pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0; 	mso-gutter-direction:rtl;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:14;"   lang="SV"&gt;HIKAYAT DAN HAKIKAT CINTA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Energi yang terdapat di alam itu seperti energi cinta pada diri manusia. Sungguh, merupakan sebuah misteri mengapa kita menjalani cinta tersebut? Mengapa harus ada cinta? Apakah sebenarnya tujuan dari cinta itu? Kita sepertinya hanya akan menerima begitu saja bila cinta menyentuh hati kitadan ingin bertahta di dalamnya&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Cinta&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; adalah komposisi rasa yang ada dalam hati, yang meradiasikan gelombang cahaya yang berbeda pada tiap insan yang merasakannya. Spektrum cinta beranaka warna dan mempunyai panjang gelombang yang tidak sama, serta berasal dari dimensi ruang dan waktu yang berbeda.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Cinta&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; terlahir untuk saling melengkapi kekurangan masing-masing dan bukanlah sikap saling menuntut satu sama lain.Bagaimanapun juga, hal yang sangat dibutuhkan dalam hubungan cinta adalah saling menghargai keadaan dan pendapat masing-masing. Cinta yang penuh pengertian akan menumbuhkan sikap saling melengkapi, bekerja sama, bersahabat, dan menerima keadaan masing-masing dengan ikhlas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Cinta&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt; adalah ketulusan dan keutuhan. Cinta adalah pengorbanan yang tidak setengah-setengah, tak mengenal pamrih, dan tidak ingin dikenal. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Cinta akan melahirkan keseimbangan dalam hidup. Cinta adalah muatan-muatan dalam hati yang tercipta untuk memberikan ketenangan jiwa bagi sesama, alam, dan lingkungan. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Cinta terwujud untuk mencintai sesama, tumbuhan, hewan, dan semesta alam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Cinta&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt; selalu mengajarkan manusia tentang kebaikan. Cinta pula yang mendidik kita tentang keikhlasan dan kesetiaan. Cinta telah tercipta semenjak manusia masih dalam kandungan dan akan terus ada selama kehidupan ada di bumi Allah ini, seperti penanda waktu yang tak kenal lelah untuk berdetak detik demi detik tiada hentinya. Tuhan Sang Pencipta dan Pecinta telah dan akan terus menaungi hidup kita dengan cinta dan menghujani kita dengan butiran cinta dari langit semesta.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dengan cinta, siapapun bisa melakukan segalanya. Rama rela menjaga demi cintanya kepada shinta. Qois mati dengan memluk nisan Layla. Sappo yang tak sanggup menahan rindu dan cintanya hingga sanggup terjun dari karang yang tinggi. Kisah Laela Majnun, Romeo-Juliet, ataupun kesetiaan Shah Jehan membngun Taj Mahal merupakan bukti cinta kepada kekasihnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Cinta&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; bukanlah sebuah kehampaan dan kekosongan belaka. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Ketika cinta tak lagi menari disisi kita, niscaya kerinduan yang sangat akan kita rasakan. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ketika cinta bergetar dalam hati, niscaya getaran-getara partikel-partikelnya akan teratur. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Saat itu, kita akan merasakan bagaimana cinta bermanja dalam hati kita. Sungguh, kita seolah tidak pernah merasakanbagaimana cinta merobek-robek lembaran hati dan kita akan mendapatkan pelajaran untuk melangkah jauh lebih baik ke depannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Cinta&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt; yang tumbuh atas dasar rasa syukur dan keikhlasan kepada Allah semata atas segala karunia dan ciptaan-Nya akan menjadi suplemen pendorong keharmonisan cinta. Jika cinta itu tumbuh dengan penuh keikhlasan, maka kita akan saling mencintai dengan sekadarnya saja. Tidak ada kecemburuan, kesenjangan cinta, dan kecurigaan dalam diri seseorang ataupun pasangannya. Sehingga, cinta pun mengalir tanpa berlebihan dan melampaui batas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Cinta&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt; akan membuat pahit tersa manis. Tembaga terlihat emas, yang keruh terlihat jernih, sakit akan menjadi obat, yang mati akan menjadi hidup, dan menjadikan seorang raja menjadi hamba sahaya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Cinta&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt; tersa begitu indah, menyenangkan hati, membuat indah pandangan , dan sangat mempesona saat menghampiri kita. Cinta datang dapat dengan cara apa saja. Cinta tidak berwujud, tetapi kehadirannya bisa terasa meskipun kita tidak bisa melihatnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Cinta&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt; memang bagitu bijaksana dan menyenangkan hati, sehingga selalu mengajak kita pada yang dicintai. Namun, kita tidak boleh lalai pada Sang Pemberi Cinta. Jangan sampai ketika hati kita dirias oleh sang kekasih dengan lantunan syair cinta, kita hanya mengingat orang terkasih itu dan melalaikan-Nya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Cinta&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; selalu ada dan akan selalu terjadi pada dua insan yang berbeda yang saling tertarik. Pada dasarnya, ketertarikan hanya terjadi pada sesuatu yang berlawanan, karena pada yang demikian akan tercipta keteraturan, saling melengkapi, dan menguatkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Cinta&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt; merupakan fitrah dan karunia Rabbi Azza wa Jallah. Tak ada insan didunia ini pun yang sanggup melarikan diri dari fenomena cinta, mencintai, ataupun dicintai. Puncak dari cinta adalah jika cinta itu mampu mengantarkan manusia masuk ke surga cinta,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Jika energi potensial dan energi kinetik bersatu, maka akan menjelma menjadi satu energi mekanik, niscaya energi itu akan dasyat. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Energi mekanik cinta akan membuat cinta mudah digapai.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Setiap hubungan percintaan harus didasari oleh komitmen yang kuat untuk menjaga keutuhan dan keharmonisan cinta . Tanpa adanya komitmen, maka istana cinta akan mudah terombang-ambing oleh badai dan gelombang, perahu cinta akan karam ditelan perselisihan, dan energi cinta yang timbul oleh keintiman dan gairah akan teredam, hingga akhirnya hilang sama sekali.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Cinta sejati hanyalah cinta karena Allah dan untuk Allah. Cinta kepada Allah akan membawa kita pada rasa cinta kepada semua ciptaan-Nya, termasuk cinta pada lawan jenis kita, Dan, cinta kepada Allah akan membawa kepada keabadiana dan bukanlah bencana.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Jagalah jarakmu dan dekatkan hatimu dengan kekasihmu. Jangan membuat jarak pemisah, sehingga cinta tersa begitu jauh. Hal ini juga berlaku pada kisah cinta kita dengan Allah SWT, jangan sampai jarak memisahkan kita dengan-Nya dan menjauhkan kita dari cinta-Nya. Dalam mencintai-Nya kita bisa menggunakan G yang brupa dzikir, membaca Al-Qur'an, beribadah dan beramal baik pada sesama&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;untuk selalu mengingat-Nya. Sesungguhnya Allah sangat dekat dengan orang-ornag yang selalu mengingat-Nya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Aidan;"&gt;Berjuanglah dengan cara yang baik dan yakinlah bahwa setiap manusia memiliki jodoh masing-masing.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1406259188355048612-5992350154469116935?l=leaderfuture.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://leaderfuture.blogspot.com/feeds/5992350154469116935/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://leaderfuture.blogspot.com/2009/05/hikayat-dan-hakikat-cinta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1406259188355048612/posts/default/5992350154469116935'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1406259188355048612/posts/default/5992350154469116935'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://leaderfuture.blogspot.com/2009/05/hikayat-dan-hakikat-cinta.html' title='HIKAYAT DAN HAKIKAT CINTA'/><author><name>LEADER FUTURE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05303351531494353295</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1406259188355048612.post-4354129914499107464</id><published>2009-04-02T15:15:00.000-07:00</published><updated>2009-04-02T15:19:53.988-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%; font-family: times new roman;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;GERAKAN KAUM MUDA SEBAGAI AMUNISI PENENTU KEMAJUAN BANGSA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%; font-family: times new roman;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pemuda (Mahasiswa) Agen Of Change&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;b style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;Secara&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;fitrah,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;masa&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;muda&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;merupakan jenjang kahidupan manusia yang paling optimal. Dengan kematangan jasmani, perasaan dan akalnya, sangat wajar jikalau pemuda (mahasiswa) memiliki&lt;br /&gt;potensi yang besar dibandingkan dengan kelompok masyarakat lainya. Kepekaan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;yang tinggi terhadap lingkungan banyak dimiliki pemuda mahasiswa. Pemikiran&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;kritis mereka sangat didambakan rakyat. Di mata masyarakat umumnya, mereka&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;adalah agen perubahan (agent of change) tatkala masyarakat terkungkung oleh&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;tirani kezaliman dan kebodohan. Mereka juga motor penggerak kemajuan ketika&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;masyarakat melakukan proses pembangunan. Tongkat estafet peralihan suatu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;peradaban terletak di pundak mereka. Baik buruknya nasib rakyat kelak,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;bergantung pada kondisi pemuda dan mahasiswa sekarang ini.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-weight: normal;"&gt;Sejarah menunjukkan bahwa selain aktivitas gerakan yang berupa tuntutan-tuntutan terhadap persoalan internal sebuah perguruan tinggi, gerakan mahasiswa yang dalam hal ini di isi oleh para pemuda juga mampu menemukan momentum-momentum besar yang menyebabkan keterlibatannya dalam perubahan politik nasional menjadi sangat penting, dapat kita lihat sejak awal lahir dan Keberadaan mahasiswa di tanah air, terutama sejak awal abad ke-20, tidak hanya eksistensi mereka sebagai sebuah kelas sosial terpelajar yang akan mengisi peran-peran strategis dalam masyarakat. Tetapi mereka telah terlibat aktif dalam gerakan perubahan jauh sebelum &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-weight: normal;"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-weight: normal;"&gt; merdeka. Sebagai anak bangsa yang secara sosial mendapat kesempatan lebih dibandingkan dengan saudaranya yang lain, mahasiswa kemudian menjadi penggerak utama dalam banyak dimensi perubahan sosial politik di tanah air pada masanya. Aktivitas mahasiswa yang merambah wilayah yang lebih luas dari sekedar belajar di perguruan tinggi inilah yang kemudian popular dengan sebutan gerakan mahasiswa yang tentunya dalang/pelopornya adalah para&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pemuda.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-weight: normal;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-weight: normal;"&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus kita akui, mahasiswa hanyalah salah satu aktor yang terlibat dalam setiap momentum perubahan yang terjadi. Walaupun demikian, gerakan mahasiswa dalam setiap kurun sejarah selalu mampu menempatkan dirinya menjadi aktor utama yang berada di garda depan perubahan. Hal ini yang membedakan mahasiswa dengan aktor perubahan lainnya, seperti kalangan cendekiawan, politisi, militer, dan elemen masyarakat lainnya. Keadaan ini sangat dimungkinkan karena posisi mahasiswa yang dianggap netral dan belum bersentuhan langsung dengan berbagai kepentingan politik praktis. Selain itu, sebagai kaum muda yang masih belum mempunyai ketergantungan dan tanggung jawab ekonomi kepada keluarga serta posisi mereka sebagai calon intelektual, maka peran sebagai penggagas ide awal, baik di tingkat praksis maupun wacana, menjadi sangat signifikan. Tetapi, banyak studi menyebutkan bahwa kondisi psikologis mereka sebagai kaum muda yang dinamis dan anti kemapanan serta rasa percaya diri yang tinggi sebagai mahasiswa, menjadi faktor penting dalam menempatkan mahasiswa di garda depan perubahan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-weight: normal;"&gt;Hadley Read (1979) mengatakan bahwa biasanya untuk menerima suatu inovasi, ada kelompok pelopor (earlier adopters) yang jumlahnya sedikit. Mahasiswa(pemuda) dan sebagian kecil komponen masyarakat lainnya masuk dalam kelompok ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intensitas sebuah sebuah gerakan dalam proses perubahan pada dasarnya dipengaruhi oleh dua kondisi, yakni:&lt;br /&gt; &lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpFirst" style="text-indent: -18pt; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-weight: normal;"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-weight: normal;"&gt;kondisi subyektif, berupa hal-hal yang berkaitan dengan faktor internal mahasiswa seperti latar&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;belakang sosial, ideologi dan idealisme yang terbangun.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent: -18pt; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-weight: normal;"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-weight: normal;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;kondisi obyektif, adalah tatanan sosial, politik dan ekonomi yang melingkupi proses gerakan. Umumnya, peran strategis mahasiswa akan menguat tatkala kedua kondisi ini secara signifikan dapat mendukung terjadinya momentum-momentum perubahan sosial dan politik Negara &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-weight: normal;"&gt;indonesia&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-weight: normal;"&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpLast" style="margin-left: 0cm; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-weight: normal;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Pemuda, Demokrasi, dan Globalisasi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Reformasi adalah perubahan secara mendasar di berbagai bidang kehidupan masyarakat, bangsa dan negara. Perubahan secara mendasar tersebut tentu muaranya adalah perubahan menuju kondisi kehidupan yang lebih baik, adil, makmur-sejahtera dan demokratis. Dalam konteks gerakan kepemudaan harus mengambil posisi dan peran kepemimpinan secara komprehensif dalam konteks moral, intelektual dan politik dalam arti yang luas, yakni politik untuk meningkatkan kualitas demokrasi bangsa. Di sisi lain pemuda juga wajb mengikuti perkembangan global/internasional, dan meningkatkan kualitas SDM yang dimiliki dalam menghadapi iklim kompetisi yang kian tajam. &lt;/span&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Para&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; pemuda wajib melebarkan wawasan dan jangkauannya ke lingkup internasional, dengan membuka diri dengan berbagai macam informasi dan dinamika global. Sikap keterbukaan dan mengikuti dengan seksama perkembangan dunia, baik dalam skala regional maupun internasional (atau bersikap &lt;i&gt;outward looking&lt;/i&gt;), merupakan satu persyaratan yang wajib ada. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Dalam konteks inilah, maka posisi dan peran pemuda dalam menghadapi globalisasi ditentukan oleh, setidaknya tiga faktor utama: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Pertama&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;, pemahaman yang baik dan benar akan hakikat dan makna globalisasi, berikut manfaat dan mudharatnya. Dengan memahami secara mendalam atas fenomena globalisasi, maka diharapkan pemuda mampu memposisikan diri di tengah-tengah peta globalisasi yang luas dan penuh tantangan itu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;, kepandaian dan kecerdasan pemuda dalam menyikapi dan memerankan diri di tengah arus globalisasi. Ini merupakan konsekuensi logis dari faktor pertama, yang menekankan pemahaman mendalam tersebut. Bahwa dengan tingkat pemahaman yang baik, maka diharapkan muncul pola sikap dan kebijakan yang tepat dalam menghadapi globalisasi berikut ekses-eksesnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;em&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-style: normal;"&gt;Tantangan Pemuda dan Mahasiswa Dalam Usaha Memajukan Bangsa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-style: normal;"&gt;Pembangunan pemuda mempunyai peran strategis dalam mendukung peningkatan sumber daya manusia &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-style: normal;"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-style: normal;"&gt; yang berkualitas. Pemuda merupakan generasi penerus, penanggungjawab dan pelaku pembangunan masa depan. Kekuatan bangsa di masa mendatang tercermin dari kualitas sumber daya pemuda saat ini. Untuk itu, pemuda harus disiapkan dan diberdayakan agar mampu memiliki kualitas dan keunggulan daya saing guna menghadapi tuntutan, kebutuhan, serta tantangan dan persaingan di era global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permasalahan dan tantangan yang dihadapi dalam pembangunan pemuda seiring dengan era globalisasi adalah: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-style: normal;"&gt;(1) masih rendahnya akses dan kesempatan pemuda untuk memperoleh pendidikan; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-style: normal;"&gt;(2) masih rendahnya tingkat partisipasi angkatan kerja pemuda; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-style: normal;"&gt;(3) belum serasinya kebijakan kepemudaan di tingkat nasional dan daerah; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-style: normal;"&gt;(4) rendahnya kemampuan kewirausahaan di kalangan pemuda;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-style: normal;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;(5) tingginya tingkat pengangguran terbuka pemuda; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-style: normal;"&gt;(6) maraknya masalah-masalah sosial di kalangan pemuda, seperti kriminalitas, premanisme, NAPZA, dan HIV/AIDS; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-style: normal;"&gt;(7) Masih rendahnya pembinaan dan perhatian terhadap pemuda dan organisasi Kemasyarakat dan Pemuda (OKP).  &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-style: normal;"&gt;Semangat perjuangan sebenarnya sudah menjadi bagian penting dari pemuda &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-style: normal;"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-style: normal;"&gt; sejak dulu. Dari sanalah semangat kepemudaan harus dipupuk dan dipertahankan. Semangat kepemudaan seharusnya tak boleh hilang diterjang berbagai godaan dan tantangan. Seharusnya semakin banyak tantangan, maka, semangat kepemudaan itu semakin membaja, semakin kuat dan semakin terlatih.Tantangan terbesar sesungguhnya yang dihadapi para pemuda dewasa ini adalahpenghadapi globalisasi beserta dampak dan pengaruhnya yang terbilang luarbiasa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-style: normal;"&gt;Anak-anak muda sekarang lebih bangga jika dapat berperilaku kebarat-baratan, mulai dari &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-style: normal;"&gt;gaya&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-style: normal;"&gt; pakaian, makanan, bahkan sikap dan pandangan hidup. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-style: normal;"&gt;Gaya&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-style: normal;"&gt; hidup hura-hura itu ditunjukkan secara gamblang lewat stasiun televisi mulai dari &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-style: normal;"&gt;gaya&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-style: normal;"&gt; sinetron dengan pendekatan serba hedonis,hingga acara kontes menyanyi seperti Indonesian Idol atau AFI (Akademi Fantasi Indosiar). Anak muda sekarang lebih semangat memacu diri lewat 'jalan pintas': Menjadi penyanyi terkenal, artis, lalu banyak penggemar dan kaya lewat profesi yang serba gemerlap. Cuma segelintir pemuda negeri ini yang lebih keras&lt;br /&gt;berupaya dalam hal prestasi dengan kegemilangan pengetahuan, penelitian, atau memeras otak dan keringat dari intelegensinya. Kebanyakan anak muda justru ternina bobo oleh angan-angan kosong yang ditawarkan sistem kapitalisme.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-style: normal;"&gt;Untuk   menjadikan peran pemuda di tengah masyarakat lebih konkret i, perlu adanya kesadaran kolektif para pemuda pada perjuangan yang sesungguhnya. Anak-anak muda perlu diberikan stimulan besar untuk dapat   kembali ke jalan yang benar, mempertahankan semangat perjuangan dan kepemudaan. Hal yang perlu pertama kali disikapi adalah tujuan ideal yang akan dicapai oleh para pemuda itu, bukan hanya sekadar tujuan antara. Pemuda perlu mendefinisikan kembali tujuan dan visi hidupnya secara kolektif. Dari sini kemudian akan ada kesadaran kolektif untuk melanjutkan peran yang diwariskan para pemuda sebelumnya. Sebab hanya dengan semangat, kolektivitas, dan tekad yang kuat, bangsa ini dapat kembali berjaya dan bangkit dari keterpurukan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-style: normal;"&gt;Jika dilihat berbagai catatan dan berbagai predikat yang disandang &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-style: normal;"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-style: normal;"&gt;, maka anak yang baru lahir pun mungkin akan malu menjadi orang &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-style: normal;"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-style: normal;"&gt;. Berbagai 'rekor' memang ditorehkan negeri ini, dengan label buruk. Kualitas sumber daya manusia (SDM) &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-style: normal;"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-style: normal;"&gt; saat ini berada pada peringkat ke-109 dari 174 negara di dunia. Sementara itu, &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-style: normal;"&gt;Singapura&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-style: normal;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-style: normal;"&gt;Malaysia&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-style: normal;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-style: normal;"&gt;Brunei&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-style: normal;"&gt;, dan &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-style: normal;"&gt;Thailand&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-style: normal;"&gt; masing-masing berada pada peringkat ke-41 sampai 44. Posisi negeri ini bahkan di bawah &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-style: normal;"&gt;Vietnam&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-style: normal;"&gt; yang baru bangkit dari perang dengan Amerika. Jika diamati pula indeks pembangunan manusia &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-style: normal;"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-style: normal;"&gt;,  maka akan dilihat fakta yang terus menurun dalam &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-style: normal;"&gt;lima&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-style: normal;"&gt; tahun belakangan ini. Pada tahun 1995, &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-style: normal;"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-style: normal;"&gt; menduduki peringkat ke 104 dunia, jauh di atas &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-style: normal;"&gt;Vietnam&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-style: normal;"&gt; yang saat itu&lt;br /&gt;berada di peringkat 120 dunia. Ironisnya,  dalam tahun 2005 ini peringkat Indonesia merosot ke urutan 110 dunia sedangkan Vietnam naik menjadi peringkat 108 dunia. Utang luar negeri yang ditanggung Indonesia kini mencapai Rp. 1.300 triliun lebih yang bila dibagi rata untuk seluruh penduduk Indonesia, mencapai Rp. 6,5 juta per orang. Transperancy International yang bermarkas di Berlin pun  mengumumkan peringkat indeks korupsi tahun 2005, dan Indonesia menempati rangking ke 137 dari 159 negara di dunia. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-style: normal;"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-style: normal;"&gt;  mungkin dapat menjadi negara yang memalukan dalam berbagai hal, hingga saat ini. Namun ini tentu tak boleh dibiarkan berlarut. Bagaimana pun, harga diri bangsa sudah eksis dan didengungkan dari awal. Berkaca pada pepatah Melayu lama, sekali layar terkembang, pantang surut ke belakang. Maka tentunya perlu dibentuk kesadaran kolektif terhadap bangsa ini mengenai eksistensi, kemandirian dan harga diri bangsa. Itu sebenarnya harus dimulai dari generasi muda seperti halnya kemerdekaan bangsa, kebangkitan bangsa sejak kelahiran Boedi Utomo 1908, Sumpah Pemuda 1928 dan proklamasi kemerdekaan yang semuanya digerakkan oleh motor utama para pemuda. Tentunya diperlukan pemuda-pemuda yang tangguh, bukan para pemuda yang cengeng atau bermental hedonis. Maka, 'cita-cita ideal Bung Karno' pemuda tangguh &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-style: normal;"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-style: normal;"&gt; akan benar-benar mampu mengguncang dunia, bukan hanya sekadar orasi dan lips service semata. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;em&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-style: normal;"&gt;Penutup&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-style: normal;"&gt;Pemuda sebagai ujung tombak yang menjelma menjadi sebuah amunisi dari maju mundurnya sebuah bangsa harus senantiasa siap untuk selalu berkiprah dan memberikan sumbangsihnya untuk kemajuan Negara kita, sebagai mana yang telah di harapkan oleh proklamator tanah negeri ini. Dengan harapan Mudah-mudahan pemuda dan generasi penerus harapan bangsa, dapat menjelma menjadi soekarno-soekarno masa depan, yang senantiasa menjadi motor pergerakan kemajuan bangsa. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;Gerakan baru kaum muda, bisa dirujuk dari pola civilizational movement, yakni suatu upaya besar yang hendak mendorong seluruh kekuatan tenaga dan pikiran, serta pergerakan sosial ke arah terciptanya masyarakat yang berperadaban sebagaimana yang dijelaskan dalam konsep &lt;em&gt;civilization&lt;/em&gt;. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Di tingkat suprastruktur, gerakan ini mengandaikan adanya bangunan ideologis yang kokoh di batin segenap anggota masyarakat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Di tingkat kultur, ia juga meniscayakan adanya kondisi masyarakat yang mempunyai ketinggian tingkat keilmuan (&lt;em&gt;literate society&lt;/em&gt;) serta inisiatif dan partisipasi baik di bidang ekonomi, politik, maupun kebudayaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Di tingkat struktur, civilizational movement mempunyai tugas untuk memperbaiki sistem dan performa kenegaraan agar memenuhi hak-hak masyarakat yang biasanya selalu menjadi pihak yang dikalahkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;Istilah &lt;em&gt;civilizational movement&lt;/em&gt; sebenarnya bukanlah sesuatu yang baru dalam khazanah kaum intelektual di Indonesia. Ia berasal dari kata &lt;em&gt;civic, civil&lt;/em&gt;, atau &lt;em&gt;citie&lt;/em&gt;, yang semua mempunyai arti ”&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;” atau ”peradaban”. Dalam konteks peradaban, pengertian ini mengandung jiwa perkotaan (citizen) di mana ditandai oleh tingginya partisipasi masyarakat, maraknya inisiatif pemikiran, tercapainya kemandirian ekonomi, dan kemajuan teknologi. Maka tak salah bila kemudian konsep ”gerakan kota”, menurut Naquib al-Attas (1977:15), akan mengarahkan masyarakat pada ”suatu kehidupan manusia dalam ketinggian tata susila dan kebudayaan”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Gerakan kaum muda harus mampu menjadi martir dalam mengkonsolidasikan seluruh kekuatan civil yang berbasis sektor apa pun, dan pembangunan masyarakat yang berbasis lokal. Dengan demikian ada beberapa strategi gerakan yang seharusnya dilakukan oleh gerakan kaum muda.&lt;i style=""&gt;Pertama, penguatan visi lokal. Penguatan visi lokal berbanding lurus dengan keinginan untuk menemukan keistimewaan lokal (&lt;span style=""&gt;local uniqueness&lt;/span&gt;).&lt;/i&gt; Di sinilah kaum muda harus bisa mencari strategi yang paling tepat, ketika berhubungan dengan pemerintahan lokal (local government). Apakah pola hubungannya dibangun secara konfliktual (&lt;i&gt;vis a vis&lt;/i&gt;) atau dibangun di atas pondasi kemitraan (&lt;i&gt;consensus&lt;/i&gt;), semuanya harus dipertimbangkan secara matang. &lt;i style=""&gt;Kedua, peningkatan partisipasi lokal. &lt;/i&gt;Peningkatan partisipasi lokal berarti dua pengertian; pertama, partisipasi kritis, dan kedua, partisipasi kooperatif. Model partisipasi yang pertama dipakai untuk menghadapi pemerintah lokal yang korup, dan menghamba pada pemodal yang eksploitatif, sehingga dibutuhkan sikap oposisi kritis untuk mengubah struktur yang menindas tersebut. Model partisipasi yang kedua digunakan untuk menghadapi pemerintah lokal yang membutuhkan advokasi politik untuk melawan pemerintah pusat yang otoritarian atau pemodal yang eksploitatif. &lt;i style=""&gt;Ketiga, pengembangan kapasitas dan kompentensi sumberdaya lokal.&lt;/i&gt; Pengembangan kapasitas dan kompetensi mempunyai pengertian bahwa setiap sumberdaya manusia di tingkat lokal harus dapat diandalkan melalui pengelolaan yang baik atas semua sumberdaya di lokal tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-style: normal;"&gt;Pada dasarnya Pemuda mempunyai potensi yang sangat besar dan luar biasa, potensi tersebut bisa bermanfaat bagi bangsa dan Negara atau bahkan menjadi boomerang bagi kehancuran bangsa, semua itu tergantung pemuda itu sendiri. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;ibarat pedang yang sangat tajam&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt; ketajamannya tidak menjadi penentu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;bermanfaat-tidaknya pedang tersebut. Orang yang menggenggam pedang itulah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;yan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;g &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;menentukannya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; font-weight: bold; font-style: italic; font-family: times new roman;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-style: normal;"&gt;innamal a’maalu bi niyati&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; font-weight: bold; font-style: italic; font-family: times new roman;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-style: normal;"&gt;&lt;span style=""&gt;                                                &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;You Can If You Thing You Can&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;                                                  Fastabiqul Khoirot&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-style: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-weight: normal;"&gt;&lt;br /&gt; &lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-weight: normal;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-weight: normal;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1406259188355048612-4354129914499107464?l=leaderfuture.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://leaderfuture.blogspot.com/feeds/4354129914499107464/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://leaderfuture.blogspot.com/2009/04/gerakan-kaum-muda-sebagai-amunisi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1406259188355048612/posts/default/4354129914499107464'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1406259188355048612/posts/default/4354129914499107464'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://leaderfuture.blogspot.com/2009/04/gerakan-kaum-muda-sebagai-amunisi.html' title=''/><author><name>LEADER FUTURE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05303351531494353295</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
